BENGKULU, KOMPAS.com Koordinator Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Provinsi Bengkulu, Ali Akbar, menyebutkan sepanjang 2016 terdapat 206 bencana.

Dari jumlah tersebut terdapat 12 bencana masuk kategori bencana alam atau sebesar 5 persen. Sementara 95 persen bencana yang terjadi di Bengkulu disebabkan oleh ulah manusia (antropogenic).

Ali mengatakan, bencana antropogenic ini juga bisa disebut oleh bencana ekologis.

“Terdapat 206 bencana, hanya 12 bencana masuk kategori bencana alam seperti gempa bumi, kebakaran, gelombang pasang, selebihnya bencana karena ulah manusia,” kata dia, Kamis (22/12/2016).

Ia mengatakan, panjang pantai Bengkulu  mencapai 525 kilometer dengan garis perbukitan terdekat 32 kilometer. Bengkulu memiliki panjang sungai 37,5 kilometer dari hulu ke hilir.

Penggundulan hutan memicu banjir, longsor akibat hilangnya tingkat keteguhan tanah akibat pembukaan tutupan hutan.

“Banjir, dan longsor banyak menyebabkan korban jiwa, sedangkan kerugian material mencapai Rp 5,16 miliar. Ini menjadi catatan penting bahwa bencana yang terjadi akibat ulah manusia bukan murni faktor alam,” ungkap Ali.

Ia berharap pemerintah daerah mengambil langkah strategis agar kondisi ini tidak terulang pada tahun mendatang.